Posted by : Unknown Jumat, 15 November 2013



            Agama, telah banyak ulama dan cendikiawan yang merumuskan tentang arti kata dari agama. Namun, sulit untuk dirumuskan pengertiannya. Walaupun pendapat mereka berbeda-beda, itu bukan masalah dan tidak untuk diperdebatkan. Karena yang mereka rumuskan itu benar semua. Hakikatnya, agama itu mengandung empat unsur, yaitu
keyakinan terhadap Tuhan, hubungan ritualitas, aturan-aturan dari Tuhan, dan adanya sikap hidup tertentu. Jadi, intinya adalah bagaimana hubungan manusia dengan Tuhannya.
            Bentuk agama sendiri terbagi menjadi dua, yaitu agama kebudayaan (agama yang bukan berasal dari Tuhan) dan agama samawi (Agama yang berasal dari Tuhan dengan jalan diwahyukan oleh utusan). Spiritualisme adalah penyembah sesuatu yang gaib yang tidak tampak secara lahiriah. Ini terbagi menjadi dua, yaitu  Agama Ketuhanan dan Agama penyembah roh. Agama Ketuhanan sendiri terbagi menjadi dua, yaitu monotheisme (percaya satu tuhan) dan politeisme (percaya tuhan lebih dari satu). Sedangkan agama penyembah roh juga terbagi menjadi dua, yaitu Animisme (kepercayaan terhadap adanya roh yang berkuasa) dan dinamisme (kepercayaan pada kekuatan sakti pada segala hal). Materialisme hakikatnya sama dengan spiritualisme, hanya saja materialisme lebih menekankan pada bentuk fisik, artinya mereka lebih meyakini tuhan dalam bentuk realitas.
            Ada 4 cara manusia dalam beragama. Pertama, cara mistisisme, yaitu cara manusia menghayati dan mengamalkan ajaran tuhannya. Di Indonesia dikenal dengan ajaran sufisme, yang mana ini lebih mengutamakn kebatinan. Dalam agama katolik juga ada, biasa disebut dengan kebiaraan. Begitu pula dalam agama-agama lain. Kedua, cara penalaran, yaitu lebih menekankan pada aspek rasionalitas atau bisa diterima dengan akal. Ini bisa kita temui pada kelompok mutakallimin (ahli ilmu kalam). Mereka menyenangi interpretasi bebas dalam menafsirkan teks dari kitab suci atau buku-buku agama lainnya. Ketiga, cara  amal shaleh. Kelompok ini lebih mengedepankan pada penghayatan dan pengamalan agama dalam peribadatan. Keempat, cara sinkretisme, yaitu cara menghayati dan mengamalkan agama dengan cara memilih ajaran tertentu dari berbagai agama untuk dipraktekkan atau diajarka kepada orang lain. Bisa terlihat pada cara mereka berdoa, dan peralatan yang dipakai dalam ritual keagamaanynya.
            Dalam membahas urgensi beragama bagi manusia kita harus tahu dulu, siapakah manusia itu? kenapa manusia beragama? Dan faktor-faktor pendorong manusia beragama sehingga mempercayai realitas yang tidah dilihatnya. Pada hakikatnya, dalam setiap jiwa manusia terdapat fitrah dan kecenderungan untuk beragama yang didasarkan pada kesadarandan perasaannya. Bahkan, manusia itu telah beragama sejak lahir, dan agama akan terus eksis selama manusia itu masih eksis.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Translate

Followers

About Me

Twitter Feed

- Copyright © @hyderuli | sedikit catatan semasa kuliah -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -