Archive for Januari 2017

Kreativitas Itu Antik Dan Langka

 
Banyak orang yang mementingkan penampilan, karena bisa jadi dengan penampilan seseorang akan membuat pandangan atau persepsi orang lain berubah menjadi baik. Sesungguhnya untuk membuat orang menjadi terinspirasi bukan cuma dengan penampilan saja, tetapi dengan kita memiliki yang namanya "Kreativitas".

Ketika salah kaprah dalam pengertian kreativitas maka akan membuat kita menjadi pribadi yang kurang kreatif.

Gejala kreativitas pertama diwarnai oleh lancarnya ide pemecahan masalah diproduksi dalam proses berpikir seseorang. Apapun bentuk idenya yang penting ide itu keluar tanpa hambatan dan keraguan.
Ide kreatif tidak selamanya harus orisinil, pengembangan dari ide orang lain, juga boleh, atau integrasi dari beberapa ide orisinil pun sudah bisa disebut dengan kreatif.

Hal yang juga sering dilupakan adalah bahwa orang yang kreatif sanggup melihat esensi masalah dengan jitu.

Lah kenapa begitu ?

Kreativitas ini bagaikan barang antik, karena semakin dicari maka kreativitas terasa semakin langka. Butuh upaya, teknik, dan dukungan lingkungan untuk 'melahirkan' dan 'menyuburkan' orang-orang yang kreatif.

Setuju ?
Saya mengerti bisa jadi ada dari sebagian dari anda tidak setuju dengan pendapat saya, tetapi apakah setiap manusia selalu memiliki kreativitasnya, bahkan disetiap kegiatannya? Tentu saja tidak bukan.

Berpikir 'BISA' 
Hambatan utama bagi tumbuhnya kreativitas adalah mindset. (Pikiran Kita). Ketika kita mengatakan :
“tidak mungkin...”,
“tidak ada yang pernah coba”,
“saya tidak kreatif..”.

Satu-satunya jalan untuk membongkar semua penyakit itu adalah dengan membuka kunci pikiran kita.
Ganti mindset baru yang selalu mengatakan 'BISA' dan gunakan kalimat positif yang membuka jalan kearah kreativitas, seperti ;
- Pasti ada jalan lain
- Kita cari jalan keluar
- Selalu ada solusi

Ketika kita ingin maju dan terus berkembang, maka kita harus menguasai 1 tekhnik yaitu "Berani Ambil Resiko, Trampil Hitung Resiko".

Manusia memang tidak mau rugi, tidak ingin sakit. Namun, sikap yang perlu kita bangun untuk mengasah kreativitas adalah sikap untuk mau menerima kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
Berkali-kali Pak Tungdesem menyampaikan pemikirannya bahwa "Tidak Ada kata gagal yang ada hanya sukses atau belajar".  Bersikap kompromi terhadap kesulitan, dan berani mengambil resiko terhadap kemungkinan kegagalan dengan mempersiapkan segalanya terlebih dahulu.

Kita sangat perlu menggunakan teknik-teknik dalam menghitung resiko, agar terhindar dari membuat kesalahan yang 'konyol' atau kesalahan yang berulang-ulang.

Cobalah menghitung berdasarkan waktu yang paling singkat, biaya yang paling murah, kerugian yang bersedia ditanggung, dan bersikap antisipatif dengan membuat rencana cadangan dan alternatif tindakan. Yang tidak kalah penting adalah membangun budaya belajar dan mengambil pelajaran dari kesalahan yang dibuat.

Saya jadi ingat sebuah kalimat bijak ;
"Orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba . Jika Anda tidak pernah mencoba Anda tidak pernah bisa sukses".

Semoga bermanfaat dan memberi Anda inspirasi. Artikel diambil dari Harian Bernas.





Senin, 23 Januari 2017
Posted by Unknown

Perkembangan Dunia Travel Online Kini Dan Nanti


Sejak awal perkembangan internet, perusahaan teknologi hanya dapat ‘bermain’ di tahap-tahap tertentu saja dalam siklus wisatawan secara keseluruhan. Kecilnya area yang dapat dikelola oleh perusahaan teknologi dicerminkan dari fakta bahwa kebanyakan perusahaan teknologi hanya dapat mendapatkan keuntungan dari Tahap Reservasi saja; dan jarang dari tahap-tahap lainnya dalam siklus wisatawan. Mereka biasanya mendapatkan komisi sebesar 10-35% dari setiap transaksi dalam tahap tersebut. Beberapa perusahaan teknologi memang sudah berusaha untuk masuk ke tahap-tahap lainnya, namun kebanyakan belum mencapai keberhasilan karena perencanaan yang kurang matang. Di sini Larry Chua – Caption Hospitality Co-Founders ingin mengelaborasikan mengenai prediksinya terhadap perkembangan dunia online travel dalam lima tahun ke depan.

Jumlah like pada Instagram dan Facebook telah mengubah dunia travel, terutama di Tahap Inspirasi dan Post-destinasi. Keberadaan smartphone dan kamera yang kini mudah diakses oleh berbagai kalangan membuat semua orang ingin berbagi momen-momen indah dalam liburan mereka dengan koneksi internet yang tersedia hampir di seluruh jenis penginapan. Foto yang dibagikan melalui social media menjadi sesuatu yang secara tidak langsung mempengaruhi alam bawah sadar kita untuk tertarik mengunjungi suatu lokasi. Ini menunjukkan bagaimana social media secara umum berpengaruh kepada dunia travel. Selain social media, sistem rating di internet juga sangat mempengaruhi dunia travel masa kini. Banyak hotel kemudian berlomba-lomba untuk mendapatkan rating tertinggi di situs-situs yang memiliki sistem rating, seperti TripAdvisor dan online travel agents (OTA).

Kebanyakan wisatawan akan secara otomatis merencanakan kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan ketika berencana untuk mengunjungi suatu tempat. Sebagai contoh, ketika Anda berencana untuk mengunjungi Singapura maka biasanya Anda akan berencana untuk mengunjungi Marina Bay Sands, Universal Studios dam Gardens by The Bay dalam kunjungan Anda. Meski demikian, tiket masuk ataupun biaya-biaya yang mungkin diperlukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut biasanya tidak akan langsung dibeli. Kebanyakan wisatawan bakan memprioritaskan akomodasi dan transportasi sebagai prioritas utama yang harus segera dibeli. Ini menunjukkan bahwa Tahap Perencanaan sebenarnya didominasi dengan pembelian tiket untuk transportasi dan akomodasi. Dimulai dari sekitar dua tahun lalu, dengan adanya Google Flights dan Google Maps maka masalah ini sedikit demi sedikit mulai terurai.

Penerbangan dan akomodasi umumnya menjadi dua hal yang pertama kali dibeli oleh para wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata. Para wisatawan pada umumnya tergerak untuk melakukan early-booking karena tawaran diskon dan harga khusus bagi pelanggan yang memesan jauh hari. Tren penerbangan murah dan perang diskon di antara maskapai penerbangan membuat wisatawan melihat ini sebagai celah yang menguntungkan dan membuat mereka memilih untuk melakukan pembelian terhadap dua item ini sebelum hal lainnya.

Wisatawan masa kini sudah terbiasa untuk mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan melalui smartphone yang mereka punya. Para wisatawan akan mencari informasi mengenai tujuan wisata, ATM terdekat, rekomendasi kuliner, akses transportasi yang tersedia; pada dasarnya segala hal tentang suatu destinasi wisata yang mereka kunjungi. Beberapa wisatawan bahkan mengontak guide lokal melalui social media jauh hari sebelum mereka sampai di tujuan wisata yang mereka kunjungi. Ini adalah bentuk nyata dari kegiatan wisata modern saat ini.

selengkapnya

 
Rabu, 11 Januari 2017
Posted by Unknown

Popular Post

Translate

Followers

About Me

Twitter Feed

- Copyright © @hyderuli | sedikit catatan semasa kuliah -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -