Posted by : Unknown Rabu, 11 Januari 2017


Sejak awal perkembangan internet, perusahaan teknologi hanya dapat ‘bermain’ di tahap-tahap tertentu saja dalam siklus wisatawan secara keseluruhan. Kecilnya area yang dapat dikelola oleh perusahaan teknologi dicerminkan dari fakta bahwa kebanyakan perusahaan teknologi hanya dapat mendapatkan keuntungan dari Tahap Reservasi saja; dan jarang dari tahap-tahap lainnya dalam siklus wisatawan. Mereka biasanya mendapatkan komisi sebesar 10-35% dari setiap transaksi dalam tahap tersebut. Beberapa perusahaan teknologi memang sudah berusaha untuk masuk ke tahap-tahap lainnya, namun kebanyakan belum mencapai keberhasilan karena perencanaan yang kurang matang. Di sini Larry Chua – Caption Hospitality Co-Founders ingin mengelaborasikan mengenai prediksinya terhadap perkembangan dunia online travel dalam lima tahun ke depan.

Jumlah like pada Instagram dan Facebook telah mengubah dunia travel, terutama di Tahap Inspirasi dan Post-destinasi. Keberadaan smartphone dan kamera yang kini mudah diakses oleh berbagai kalangan membuat semua orang ingin berbagi momen-momen indah dalam liburan mereka dengan koneksi internet yang tersedia hampir di seluruh jenis penginapan. Foto yang dibagikan melalui social media menjadi sesuatu yang secara tidak langsung mempengaruhi alam bawah sadar kita untuk tertarik mengunjungi suatu lokasi. Ini menunjukkan bagaimana social media secara umum berpengaruh kepada dunia travel. Selain social media, sistem rating di internet juga sangat mempengaruhi dunia travel masa kini. Banyak hotel kemudian berlomba-lomba untuk mendapatkan rating tertinggi di situs-situs yang memiliki sistem rating, seperti TripAdvisor dan online travel agents (OTA).

Kebanyakan wisatawan akan secara otomatis merencanakan kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan ketika berencana untuk mengunjungi suatu tempat. Sebagai contoh, ketika Anda berencana untuk mengunjungi Singapura maka biasanya Anda akan berencana untuk mengunjungi Marina Bay Sands, Universal Studios dam Gardens by The Bay dalam kunjungan Anda. Meski demikian, tiket masuk ataupun biaya-biaya yang mungkin diperlukan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut biasanya tidak akan langsung dibeli. Kebanyakan wisatawan bakan memprioritaskan akomodasi dan transportasi sebagai prioritas utama yang harus segera dibeli. Ini menunjukkan bahwa Tahap Perencanaan sebenarnya didominasi dengan pembelian tiket untuk transportasi dan akomodasi. Dimulai dari sekitar dua tahun lalu, dengan adanya Google Flights dan Google Maps maka masalah ini sedikit demi sedikit mulai terurai.

Penerbangan dan akomodasi umumnya menjadi dua hal yang pertama kali dibeli oleh para wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata. Para wisatawan pada umumnya tergerak untuk melakukan early-booking karena tawaran diskon dan harga khusus bagi pelanggan yang memesan jauh hari. Tren penerbangan murah dan perang diskon di antara maskapai penerbangan membuat wisatawan melihat ini sebagai celah yang menguntungkan dan membuat mereka memilih untuk melakukan pembelian terhadap dua item ini sebelum hal lainnya.

Wisatawan masa kini sudah terbiasa untuk mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan melalui smartphone yang mereka punya. Para wisatawan akan mencari informasi mengenai tujuan wisata, ATM terdekat, rekomendasi kuliner, akses transportasi yang tersedia; pada dasarnya segala hal tentang suatu destinasi wisata yang mereka kunjungi. Beberapa wisatawan bahkan mengontak guide lokal melalui social media jauh hari sebelum mereka sampai di tujuan wisata yang mereka kunjungi. Ini adalah bentuk nyata dari kegiatan wisata modern saat ini.

selengkapnya

 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Translate

Followers

About Me

Twitter Feed

- Copyright © @hyderuli | sedikit catatan semasa kuliah -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -